Sabtu, 22 September 2018

Menpar Bidik 4 Juta Turis Datang ke GWK


Menpar Bidik 4 Juta Turis Datang ke GWK




Setelah penantian 28 tahun, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali akan diresmikan malam ini. Menpar Arief Yahya menargetkan 4 juta turis bakal berkunjung ke landmark Bali itu. 

"Visitor GWK 2 juta, kita proyeksi 3-4 tahun (ke depan) jadi dobel bisa 4 juta," kata Menpar Arief saat jumpa pers di kawasan GWK Cultural Park, Jl Raya Uluwatu, Ungasan, Kabupaten Badung, Bali.
Arief optimistis target itu bakal tercapai. Sebab, kunjungan wisatawan ke Bali sudah kembali pulih usai erupsi Gunung Agung, Januari lalu. 

"Bali wisman tahun lalu 5,6 juta, tahun ini kita proyeksikan 6,5 juta. Sampai Juli 3,5 juta (wisman), per bulan 350 ribu lagi, karena Januari 70%, lalu Februari 90%, Maret kita 90%, dan Mei kita recover, " jelasnya.  Tour Murah

Patung karya seniman kenamaan Bali, Nyoman Nuarta ini memang digadang-gadang bakal jadi ikon wisata baru di Bali bahkan di Indonesia. Patung GWK itu menjadi patung terbesar dan tertinggi kedua di dunia. Patung itu memiliki tinggi 121 meter, berdiri di bangunan pedestal setinggi 46 meter, dengan bentang sayap 64 meter. 

Saking tingginya, Patung GWK memang terlihat dari berbagai kawasan. Patung GWK bisa dilihat wisatawan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. detikTravel sendiri sempat melihat patung GWK saat melintas di Tol Bali Mandara.

Selain melihat patung GWK yang menawan, turis yang berkunjung ke taman budaya ini bisa menikmati atraksi lainnya. Ada pertunjukan tari Bali, Rindik Instrument, tari barong keris, Garuda Wisnu Ballet, Joged Bumbung, Kecak Garuda Wisnu, dan lain sebagainya.

Di lokasi yang sama Presiden Komisaris Alam Sutera Group Haryanto Tirtohadiguno selaku pengembang mengatakan pihaknya bakal menambah sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Dia juga berjanji akan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung. 

"Kita akan membuat fasilitas dari project GWK sendiri, para turis, pengunjung GWK merasakan pengalaman yang memorable, level of service akan kita naikkan, produk-produk yang sekarang masih dalam perencanaan kita pastikan akan membangun semua supporting ini," paparnya.

"Biasa kalau turis itu kan hiburan, food and beverage, kemudian shopping, ini bagaimana yang proper untuk international torist. ini yang akan kita godok supaya perencanaannya matang," ucap Haryanto.

Jokowi Mengaku Mules Melihat Penampilan Elek Yo Band di Televisi



Jokowi Mengaku Mules Melihat Penampilan Elek Yo Band di Televisi



Acara reuni bersama Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menampilkan Elek Yo Band yang digawangi Mensesneg Pratikno, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Menhub Budi Karya Sumadi. Mereka kompak membawakan lagu dari Jamrud berjudul Pelangi di Matamu.

Dalam penampilan itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku kagum dan menilai lebih baik dari penampilan sebelumnya. Sebab, Jokowi mengaku selalu mules ketika melihat Elek Yo Band tampil di televisi. Tour Murah

"Waktu saya lihat Elek Yo Band tampil di televisi memang jelek banget. Saya sampai mules-mules. Tapi kalau pas live enggak begitu kelihatan. Ini agak bagus karena ada backing vocal-nya," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Dia mengatakan, jika tidak dibantu oleh backing vocal, penampilan Elek Yo Band tidak sebagus kali ini. Karena grup band ini diisi oleh beberapa menteri di jajaran Kabinet Kerja. Apalagi para menteri tersebut tidak pernah latihan karena sibuk kerja mengurus negara.

"Saya tadi sampaikan, mbok latihannya yang rutin. Wong enggak pernah latihan, isinya kerja terus," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Selain Jokowi, hadir pula sejumlah pejabat yang merupakan alumni UGM, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Mensesneg Pratikno, Mendikbud Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Menhub Budi Karya Sumadi.

Tak hanya para pejabat, hadir pula pengacara Otto Hasibuan. Para alumni kompak mengenakan baju putih.